Pada
suatu hari Aron Ralston bergegas pergi dari rumah menaiki mobil pribadi miliknya, sampai Canyonlands jumat
malam tepatnya pada tanggal 25 april 2003 aron mulai membuka handycam yang ia
bawa untuk merekam kegiatan liburannya. Sesampainya di tempat persinggahan aron
istirahat di dalam mobilnya tersebut, haripun sudah pagi dan ia bergegas
menaiki sepedah yang ia bawa di atas mobilnya tersebut memerlukan waktu 45
menit untuk sampai tempat tujuan berlibur dia. Sesampainya di tempat sepedahnya
di tinggal dan ia mulai menaiki bukit yang gersang karna memang itu padang
pasir. Tak ada satu orang pun disana kecuali dia, jalan jalan menyusuri bukit
yang ia daki, dia menemuka dua orang wanita yang tersesat yaitu kristy dan
megan. Aron berniat membatu kristy dan megan agar sampai tempat tujuan mereka,
karena di peta menunjukan jalan yang jauh dah rumit, aron berniat memberi jalan
yang cepat melewati celah celah sempit. Disaat melewati cela sempit aron
melakukan percobaan melepaskan pijakannya agar jatuh karna ia mau tau di dalam
itu ada apa. Aron pun jatuh ke air yang sangat bersih dan jernih. Mendengar aron
jatuh kesenangan kristy dan megan pun mengikut aron. Karna memang tempatnya
sangat bagus mereka berkali kali mengulangi loncatan loncatan indah disana.
Karna
memang itu bukan teempat yang dituju mereka pun melanjutkan perjalanan agar
bsampai tempat yang dituju. Karna kristy dan megan sudah tau arah yang dituju
mereka berpisah di jalan. Aron pun melanjutkan perjalannyannya melewati celah
celah sempit karna memang aron menyukai rintangan. Aron melewati jalan yang
cumah sehingga dia melompat dari atas, tetapi diapun salam memegang batu
batunya pun terjatuh menjepit tangan aron. Dia berusaha untuk melepaskan
tangannya itu dari jepitan batu yang sangat besar, di tendang, di dorong, di
punggul pakai pundak sekuat tenaga batunya tidak bergerak sedikitpun. Aron teriak
meminta pertolongan, karna memang di gurun itu tidak ada orang satu pun aron
tetap bertahan di tempat tersebut dengan keadaan tangan terjepit batu besar.
Aron
bertahan hidup dengan makanan dan minuman yang ia bawa, terus berusaha
melepaskan tangannya dari jepitan batu tersebut ia mengeluarkan pisau kecil
untuk mengikis batu itu agarb tangan yang terjepit bisa lepas dari jepitannya. haripun
berganti tangan aron tetap terjepit bongkahan batu yang besar, 9 jam pun
terlewati batu yang menjepit tangan aron berlum bergeser sedikitpun. Minggu pagi,
sinar matahari pun muncul di permukaan batu, karna memang di dalam cela sempit
panas dan lembab, aron pun memanfaatkan keadaan dengan menjemur satu tangannya
yang tidak terjepit itu. Diam memikirkan bagaimana cara melepaskan tangannya
dari jepitan batu besar itu.
Jam 03.05 minggu 27 april 2003, Aron mengeluarkan
kamera dan mendokumentasikan dirinya yang terjepit bongkahan batu besar selama
24 jam. Ia terjebak di blue john canyon
tepat sebelum the big drop. Dokumentasi
itu bertujuan untuk siapapun yang menemukan handycam tersebut agar memberikan
keorang tuanya yang bernama donna dan larry ralston. Ia merasa tangan yang
terjepit bebatuan tersebut sudah mati, karna sudah tidah tahan ingin keluar
dari situ ia terus teriak meminta pertolongan tapi tidak ada satupun orang yang
berada disitu. Aron terus berusaha untuk melepaskan tangan yang terjepit dan
bertahan hidup di tempat tersebut. Untuk bertaahan hidup disitu ia bembuka softlens
yang ia pakai dan memakan softlens tersebut. Untuk melupakan tangan yang sedang
terjepit itu ia memikirkan kejadian kejadian sebelum ia pergi untuk berlibur,
ia merasa bersalah karena pada waktu ingin berlibur ia tidak bilang ingin pergi
kemana. Aron terus berusaha agar bongkahan batu besar itu bergerak dan
tangannya terlepas dari jepitan batu itu, segala cara telah ia lakukan untuk
melepaskan tangannya yang terjepit itu.
Senin
28 april 2003 Ia mendokumentasikan lagi kegiatan yang iya lakukan itu muka
pucat mata sayup badan lemas, ia sendiripun seram melihat dirinya di kamera. Sidar
mataharipun ada di permukaan baru ia menjemur kakinya, ia sangat senang ketiga
pagihari ada cahaya matahari di permukaan batu walaupun tangannya dia masih
terjepit bongkahan batu besar. Akhirnya ia mengikat tangannya di bagian siku
agar lengannya tidak dialirkan darah secara sempurna, ia mengesek gesekan pisau
di lengannya tersebut tetapi tak berguna tidak mempan. Hujan pun turun
mrmbasahi tubuh dan sekitarnya, stok minum habis ia memanfaat kan botol yang ia
bawa untuk menampung air hujan itu. Semakin deras hujan yang turun semakin
deran air yang jatuh dari atas sehingga membuat genangan di celah sempit itu
sampai aron tenggelam. Dan ia berfikir batu itu akan gampang bergerak juka
tenggelam dalam air, ia pun mendorong batu itu keatas dan benar batu itu ter
angkat mengikuti arus air yang menggenang di celah sempit itu. Ia pun langsung
berusaha memanjat dan meninggalkan tempat itu menahan kesakitan tangannya yang
baru terlepas dari jepitan batu itu. Lari menuju sebuah mobil, dan langsung iya
kendarai kabur dari tempat tersebut, tapi
ternyata itu semua hanya mimpi dari tidurnya.
Selasa
jam 7 pagi iya mulai mendokumentasikan lagi, karena ia stres didalam tempat itu
selama 4hari dan tangannya terjepit, sampai di dalam rekamannya ia menyebut
dirinya sebagai pahlawan super amerika. Ia seakan akan sedang mewancarai
dirinya sendiri untuk menghibr dirinya karna kebosanannya di dalam celah sempit
tersebut. Persediaan minumpun habis sampai ia menjilat jilat botol karna
kehausannya.
Rabu,
karena ia sudah tak tahan dengan hausnya sampai sampai ia meminum air
kencingnya sendiri untuk bertahan hidup ditempat itu. Karena sudah tidak kuat
untuk bertahan hidup disana ia menuliskan nama dan tanggal kematiannya di batu
dengan pisau yang ia bawa. Ia sengaja menutupkan dirinya dengan keadaan penuh
dengan pasir sehingga ia pingsan. Selang beberapa jam ia bangun dan memikirkan
bagaimana cara ia keluar dari tempat itu.
Pada akhirnya ia mengambil pisau dari
dalam kantongnya untuk memutuskan tangannya sendiri, setelah memutuskan
tangannya ia menutup tangannya yang berlumuran darah dengan kain dan segera
bergegas meninggalkan tempat itu. Ia pun senang bisa terlepas dari jebakan itu,
iya menemukan air yang sangat kotor di bawah dari tempat ia berpijak, karena
sudah kehausah ia berusaha untuk mengambil air itu dan meminumnya dan ia segera
bergegas.
Di tengah perjalanan ia bertemu sebuah keluarga dan aron pun meminta
pertolongan kepada keluarga tersebut. Tidak lama kemudian pertolongan pun
datang dan membawa aron ke eumahnya.
Firasat
aron menjadi nyata, tiga tahun kemudian ia bertemu istrinya jessica anaknya
lahir pada february 2010 yang di berinama leo. Aron pun terus memanjat dan
melakukan kegiatan di canyon walaupun hanya memiliki 1 tangan. Dia selalu
meninggalkan catatan kemana ia pergi.
James franco
: Aron Ralston
Kate
Mara : Kristi
Amber
Tamblyn : Megan
Film ini menceritakan tentang kemanusiaan yang bertahan hidup dalam situasi yang sangat mendesak, kalau memang belum takdirnya kita harus terus bertahan walaupun memang keadaan tidak memungkinkan, jangan mudah putus asa, semua kan indah pada waktunya.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar