Blue Fire Pointer

Selasa, 19 April 2016

REVIEW 127 HOURS



Pada suatu hari Aron Ralston bergegas pergi dari rumah menaiki mobil  pribadi miliknya, sampai Canyonlands jumat malam tepatnya pada tanggal 25 april 2003 aron mulai membuka handycam yang ia bawa untuk merekam kegiatan liburannya. Sesampainya di tempat persinggahan aron istirahat di dalam mobilnya tersebut, haripun sudah pagi dan ia bergegas menaiki sepedah yang ia bawa di atas mobilnya tersebut memerlukan waktu 45 menit untuk sampai tempat tujuan berlibur dia. Sesampainya di tempat sepedahnya di tinggal dan ia mulai menaiki bukit yang gersang karna memang itu padang pasir. Tak ada satu orang pun disana kecuali dia, jalan jalan menyusuri bukit yang ia daki, dia menemuka dua orang wanita yang tersesat yaitu kristy dan megan. Aron berniat membatu kristy dan megan agar sampai tempat tujuan mereka, karena di peta menunjukan jalan yang jauh dah rumit, aron berniat memberi jalan yang cepat melewati celah celah sempit. Disaat melewati cela sempit aron melakukan percobaan melepaskan pijakannya agar jatuh karna ia mau tau di dalam itu ada apa. Aron pun jatuh ke air yang sangat bersih dan jernih. Mendengar aron jatuh kesenangan kristy dan megan pun mengikut aron. Karna memang tempatnya sangat bagus mereka berkali kali mengulangi loncatan loncatan indah disana. 


Karna memang itu bukan teempat yang dituju mereka pun melanjutkan perjalanan agar bsampai tempat yang dituju. Karna kristy dan megan sudah tau arah yang dituju mereka berpisah di jalan. Aron pun melanjutkan perjalannyannya melewati celah celah sempit karna memang aron menyukai rintangan. Aron melewati jalan yang cumah sehingga dia melompat dari atas, tetapi diapun salam memegang batu batunya pun terjatuh menjepit tangan aron. Dia berusaha untuk melepaskan tangannya itu dari jepitan batu yang sangat besar, di tendang, di dorong, di punggul pakai pundak sekuat tenaga batunya tidak bergerak sedikitpun. Aron teriak meminta pertolongan, karna memang di gurun itu tidak ada orang satu pun aron tetap bertahan di tempat tersebut dengan keadaan tangan terjepit batu besar. 


Aron bertahan hidup dengan makanan dan minuman yang ia bawa, terus berusaha melepaskan tangannya dari jepitan batu tersebut ia mengeluarkan pisau kecil untuk mengikis batu itu agarb tangan yang terjepit bisa lepas dari jepitannya. haripun berganti tangan aron tetap terjepit bongkahan batu yang besar, 9 jam pun terlewati batu yang menjepit tangan aron berlum bergeser sedikitpun. Minggu pagi, sinar matahari pun muncul di permukaan batu, karna memang di dalam cela sempit panas dan lembab, aron pun memanfaatkan keadaan dengan menjemur satu tangannya yang tidak terjepit itu. Diam memikirkan bagaimana cara melepaskan tangannya dari jepitan batu besar itu. 
 Jam 03.05 minggu 27 april 2003, Aron mengeluarkan kamera dan mendokumentasikan dirinya yang terjepit bongkahan batu besar selama 24 jam. Ia terjebak di blue john canyon tepat sebelum the big drop. Dokumentasi itu bertujuan untuk siapapun yang menemukan handycam tersebut agar memberikan keorang tuanya yang bernama donna dan larry ralston. Ia merasa tangan yang terjepit bebatuan tersebut sudah mati, karna sudah tidah tahan ingin keluar dari situ ia terus teriak meminta pertolongan tapi tidak ada satupun orang yang berada disitu. Aron terus berusaha untuk melepaskan tangan yang terjepit dan bertahan hidup di tempat tersebut. Untuk bertaahan hidup disitu ia bembuka softlens yang ia pakai dan memakan softlens tersebut. Untuk melupakan tangan yang sedang terjepit itu ia memikirkan kejadian kejadian sebelum ia pergi untuk berlibur, ia merasa bersalah karena pada waktu ingin berlibur ia tidak bilang ingin pergi kemana. Aron terus berusaha agar bongkahan batu besar itu bergerak dan tangannya terlepas dari jepitan batu itu, segala cara telah ia lakukan untuk melepaskan tangannya yang terjepit itu.
Senin 28 april 2003 Ia mendokumentasikan lagi kegiatan yang iya lakukan itu muka pucat mata sayup badan lemas, ia sendiripun seram melihat dirinya di kamera. Sidar mataharipun ada di permukaan baru ia menjemur kakinya, ia sangat senang ketiga pagihari ada cahaya matahari di permukaan batu walaupun tangannya dia masih terjepit bongkahan batu besar. Akhirnya ia mengikat tangannya di bagian siku agar lengannya tidak dialirkan darah secara sempurna, ia mengesek gesekan pisau di lengannya tersebut tetapi tak berguna tidak mempan. Hujan pun turun mrmbasahi tubuh dan sekitarnya, stok minum habis ia memanfaat kan botol yang ia bawa untuk menampung air hujan itu. Semakin deras hujan yang turun semakin deran air yang jatuh dari atas sehingga membuat genangan di celah sempit itu sampai aron tenggelam. Dan ia berfikir batu itu akan gampang bergerak juka tenggelam dalam air, ia pun mendorong batu itu keatas dan benar batu itu ter angkat mengikuti arus air yang menggenang di celah sempit itu. Ia pun langsung berusaha memanjat dan meninggalkan tempat itu menahan kesakitan tangannya yang baru terlepas dari jepitan batu itu. Lari menuju sebuah mobil, dan langsung iya kendarai  kabur dari tempat tersebut, tapi ternyata itu semua hanya mimpi dari tidurnya.
Selasa jam 7 pagi iya mulai mendokumentasikan lagi, karena ia stres didalam tempat itu selama 4hari dan tangannya terjepit, sampai di dalam rekamannya ia menyebut dirinya sebagai pahlawan super amerika. Ia seakan akan sedang mewancarai dirinya sendiri untuk menghibr dirinya karna kebosanannya di dalam celah sempit tersebut. Persediaan minumpun habis sampai ia menjilat jilat botol karna kehausannya.
Rabu, karena ia sudah tak tahan dengan hausnya sampai sampai ia meminum air kencingnya sendiri untuk bertahan hidup ditempat itu. Karena sudah tidak kuat untuk bertahan hidup disana ia menuliskan nama dan tanggal kematiannya di batu dengan pisau yang ia bawa. Ia sengaja menutupkan dirinya dengan keadaan penuh dengan pasir sehingga ia pingsan. Selang beberapa jam ia bangun dan memikirkan bagaimana cara ia keluar dari tempat itu. 


Pada akhirnya ia mengambil pisau dari dalam kantongnya untuk memutuskan tangannya sendiri, setelah memutuskan tangannya ia menutup tangannya yang berlumuran darah dengan kain dan segera bergegas meninggalkan tempat itu. Ia pun senang bisa terlepas dari jebakan itu, iya menemukan air yang sangat kotor di bawah dari tempat ia berpijak, karena sudah kehausah ia berusaha untuk mengambil air itu dan meminumnya dan ia segera bergegas. 


Di tengah perjalanan ia bertemu sebuah keluarga dan aron pun meminta pertolongan kepada keluarga tersebut. Tidak lama kemudian pertolongan pun datang dan membawa aron ke eumahnya.
Firasat aron menjadi nyata, tiga tahun kemudian ia bertemu istrinya jessica anaknya lahir pada february 2010 yang di berinama leo. Aron pun terus memanjat dan melakukan kegiatan di canyon walaupun hanya memiliki 1 tangan. Dia selalu meninggalkan catatan kemana ia pergi.

James franco : Aron Ralston
Kate Mara : Kristi
Amber Tamblyn : Megan

Film ini menceritakan tentang kemanusiaan yang bertahan hidup dalam situasi yang sangat mendesak, kalau memang belum takdirnya kita harus terus bertahan walaupun memang keadaan tidak memungkinkan, jangan mudah putus asa, semua kan indah pada waktunya.

Pengendali Alat Elektronik Dengan Perintah Suara Menggunakan Smartphone Berbasis Arduino Uno



                Postingan yang saya buat  ini adalah Latar belakang dari Penulisan ilmiah yang saya buat untuk melengkapi persayaran sarjana muda.
               Dengan di ciptakannya mikrokontroler, masyarakat dapat membuat sendiri sistem teknologi sesuai dengan keinginan masing-masing. Salah satu contoh mikrokontroler yang sedang banyak di perbincangkan saat ini adalah mikrokontroler berjenis arduino. Jenis mikrokontroler ini merupakan jenis perangkat pengolah data yang banyak di gunakan. Perangkat ini menggunakan bahasa pemerograman yang mudah di kuasai dan memiliki banyak fungsi.
            Dalam kehidupan saat ini manusia sudah sangat bergantung dengan barang-barang elektronik. Barang-barang elektronik sangat melekat dikehidupan sehari hari manusia tanpa adanya barang barang elektronik manusia tidak akan mudah untuk melakukan apapun. Seperti contohnya lampu, televisi, mesin cuci, kipas angin, radio dan lain lainnya. Setiap barang elektronik masing masing mempunyai saklar yang berguna untuk menyalakan atau mematikan sesuai dengan kebutuhan. Untuk menyalakan atau mematikannya kita harus menyalakan atau mematikannya secara manual, baik secara ditekan secara langsung atau jarak jauh dengan menggunakan remote control.
            Fitur perintah dengan menggunakan suara merupakan fitur yang sedang populer saat ini. Perintah suara ini biasanya banyak digunakan di rumah rumah jaman sekarang atau sering disebut dengan smart home. Menjamurnya teknologi dengan mikrokontroler dan arduino menjadi indikasi yang baik dalam memanjakan kebutuhan manusia akan kemudahan teknologi terlebih dewasa ini sudah muncul istilah “Robot masuk rumah” yang menandakan awal munculnya teknologi masa depan yang serba cangih dan otomatis. Jadi dalam penulisan ilmiah ini akan dijelaskan secara mendetail di dalam penulisan yang berjudul “PENGENDALI ALAT ELEKTRONIK DENGAN PERINTAH SUARA MENGGUNAKAN SMARTPHONE BERBASIS ARDUINO UNO”. Pengandali alat elektronik dengan perintah suara ini dapat di buat dengan 3 komponen utama yaitu, arduino uno, modul bluetooth dan driver relay, ketiga komponen tersebut merupakan komponen utama selain pengguna smartphone android dan aplikasi yang nantinya digunakan untuk memasukan perintah suara. Hasil uji coba rangkaian alat ini menunjukan performa yang mampu menghidupkan dan mematikan alat alat elektronik.